Kamis, 09 Juni 2011

PHOTOTHERAPY

     A.      DEFINISI
Phototherapy adalah terapi dengan menggunakan penyinaran sinar dengan intensitas tinggi yaitu 425-475 nm (biasa terlihat sebagai sinar biru) untuk menghilangkan bilirubin tak langsung dalam tubuh. Terapi sinar dilakukan selama 24 jam atau setidaknya sampai kadar bilirubin dalam darah kembali ke ambang batas normal. Dengan fhototherapi, bilirubin dalam tubuh bayi dapat dipecahkan dan menjadi mudah larut dalam air tanpa harus diubah dulu oleh organ hati. Terapi sinar juga berupaya menjaga kadar bilirubin agar tak terus meningkat sehingga menimbulkan risiko yang lebih fatal.

     B.      PATOFISIOLOGI
Bilirubin normalnya dibersihkan dari tubuh dengan konjugasi hepatik dengan asam glukoronat dan dihilangkan dalam empedu dalam bentuk bilirubin glukoronat. Ikterik neonatus berkembang dari defisiensi konjugasi sementara (eksarserbasi pada bayi preterm) digabung dengan peningkatan pemecahan sel darah merah. Kondisi patologik yang dapat meningkatkan produksi bilirubin meliputi isoimunisasi, kelainan hemolitik diturunkan, dan ekstravasasi darah (misalnya dari memar dan cephalhematoma). Kelainan genetik konjugasi bilirubin, khususnya sindrom Gillbert yang berkontribusi pada hiperbilirubinemia neonatus. Sebagian besar bayi sehat yang beresiko terjadi hiperbilirubinemia adalah bayi kurang bulan dan yang tidak disusui ASI baik. Penyusuan ASI dan asupan kalori yang buruk dipikirkan dapat menyebabkan peningkatan sirkulasi bilirubin enterohepatik.

     C.      MANFAAT
Untuk mengurangi bilirubin. Karena bila kadar bilirubin tak langsung terlalu tinggi, maka akan menyebabkan penumpukan pada bagian otak (bilirubin tak langsung dapat menembus sawar otak) dan menimulkan gejala gangguan saraf hingga kematian.

     D.      WAKTU MELAKUKAN
1.      Pada bayi prematur, maka phototherapy dilakukan bila:
Berat badan bayi < 1000g
Kadar bilirubin tak langsung 7-9mg/dl pada berat badan 1000-1500g
Kadar bilirubin tak langsung 10-12mg/dl pada berat badan 1500-2000g
Kadar bilirubin tak langsung 13-15mg/dl pada berat badan 2000-2500g
2.      Pada bayi matur (sesuai usia kehamilan normal), phototherapy dilakukan bila:
Bayi kuning < dari 24 jam setelah lahir
Bayi usia 24-28 jam kadar bilirubin tak langsung 15-18mg/dl
Bayi usia 48-72 jam kadar bilirubin tak langsung 18-20mg/dl
Bayi usia >72 jam kadar bilirubin tak langsung >20mg/dl

      E.      CARA MELAKUKAN
Pada saat dilakukan fhototherapi, bayi dibaringkan di dalam incubator bila bayi prematur dan ranjang bayi bila matur dalam keadaan telanjang, kecuali mata dan alat kelamin harus ditutup dengan menggunakan kain kasa. Tujuannya untuk mencegah efek cahaya berlebihan dari lampu-lampu tersebut. Seperti diketahui, pertumbuhan mata bayi belum sempurna sehingga dikhawatirkan akan merusak bagian retinanya. Begitu pula alat kelaminnya, agar kelak tak terjadi risiko terhadap organ reproduksi itu, seperti kemandulan reproduksi ( walau belum terbukti). Perlu diingat bahwa phototherapy hanya dapat digunakan untuk bilirubin tak langsung saja, bukan bilirubin langsung. Kemudian diatasnya akan dipasang alat yang memeliki lampu yang akan memancarkan sinar dengan intensitas tinggi. Sinar ini akan mengurai bilirubin tak langsung menjadi zat yang dapat dibuang keluar dari tubuh melalaui air kencing atau empedu.

      F.      KEBERHASILAN
Phototherapy dikatakan sudah berhasil bila kadar bilirubin tak langsung turun sesuai dengan kadar normalnya untuk usia dan berat badan terkait. Kadar bilirubin tak langsung akan dicek setiap 12-24 jam dan pemeriksaan akan diulang 12-24 jam setelah terapi selesai untuk memastikannya. Perubahan warna kulit bukan indikator keberhasilan terapi.

     G.      EFEKSAMPING
1.      Diare
2.      Kotoran menjadi encer
3.      Kulit menjadi hitam
4.  Bercak kemerahan pada kulit bayi karena efek panas dari lampu atau malah kedinginan akibat telanjang
5.   Dehidrasi (kehilangan cairan) sering terjadi, biasanya dicegah dengan pemberian cairan lebih dari kebutuhannya melalui infuse atau ASI.
6.  Bronze Baby Syndrome (kulit bayi tampak berwarna perunggu), hal ini terjadi bila penyinaran dilakukan pada kadar bilirubin langsung tinggi.

     H.      KEGAGALAN
Bila gagal maka bayi harus dilakuakan transfusi tukar (exchangetransfusision). Phototherapy hanya membantu menurunkan kadar bilirubin tak langsung dalam darah tapi tidak mengobati penyebabnya, sehingga pengobatan harus diteruskan dengan mengobati penyebabnya.


Richard E, Md. Behrman dkk. 2004. Nelson Texbook of Pediatrics 17th edition. USA: Elsevier Science
John P, Cloherty dkk. 2008. Manual of Neonatal Care. Lippincott Williams & Wilkins

Tidak ada komentar: