Sabtu, 04 Februari 2012

KONSEP HOSPITALISASI

1.Pengertian
Hospitalisasi merupakan suatu proses yang karena suatu alasan yang berencana atau daruarat, mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah. Berbagai perasaan yang sering muncul pada anak, yaitu cemas, marah, sedih, takut dan rasa bersalah (Wong, 2000:128).
2.Stresor Pada Anak Yang Dirawat Di Rumah Sakit
a.Cemas karena perpisahan.
Hubungan anak dengan ibu adalah sangat dekat, akibat perpisahan dengan ibu akan menimbulkan rasa kehilangan pada anak akan orang yang terdekat bagi dirinya dan akan lingkungan yang dikenal olehnya. Sehingga pada khirnya akan menimbulkan perasaan tidak aman dan rasa cemas.
Respon perilaku anak akibat perpisahan dibagi menjdai dalam 3 tahap yaitu :
1).Tahap protes (Phase of protest)
Tahap ini dimanifetasikan dengan menangis kuat, menjerit, dan memanggil ibunya atau menggunakan tingkah laku agresif seperti mencoba untuk membuat orang tuanya tetap tinggal dan menolak perhatian orang lain.

2).Tahap putus asa (Phase of despair)
Pada tahap ini, anak tampak tegang, tangisnya berkurang, tidak aktif, kurang berminat untuk bermain, tidak ada nafsu makan, menarik diri, tidak mau berkomunikasi.
3).Tahap menolak (Phase of denial)
Pada tahap ni secara samar – samar anak menerima perpisahan mulai tertarik dengan apa yang ada disekitarnya dan membina hubungan dangkal dengan orang lain.
b.Kehilangan kendali.
Akibat sakit dan dirawat di rumah sakit, anak akan kehilangan kebebasan pandangan egoisentris dalam mengembangkan otonominya.
c.Luka pada tubuh dan rasa sakit.
Pada akhir periode balita, anak biasanya sudah mampu mengkomunikasikan rasa nyeri yang mereka alami dan menunjukan lokasi nyeri.
Sakit dan dirawat di rumah sakit merupakan krisis utama yang tampak pada anak. Jika seorang anak dirawat di rumah sakit, anak tersebut akan mudah mengalami krisis karena :
a.Anak mengalami stres akibat perubahan baik terhadap status kesehatannya maupun lingkungannya dalam kebiasaan sehari – hari.
b.Anak mempunyai sejumlah keterbatasan dalam mekanisme koping untuk mengatasi masalah maupun kejadian – kejadian yang bersifat menekan.
Perawat perlu memahami konsep stres hospitalisasi dan prinsip – prinsip asuhan keperawatan melalui pendekatan keperawatan (Nursalam, 2005:17).
Di usia sekolah takut akan sifat fisik dari sakit. Kekhawatiran berkaitan dengan perpisahan dari teman seusia dan kemampuan untuk mempertahankan posisi dalam kelompok sebaya, menerima penyebab eksternal dari sakit meskipun terletak di dalam tubuh (Wong, 2004 : 336).
3.Reaksi Keluarga Terhadap Anak Yang Sakit Dan Dirawat Di Rumah Sakit
a.Reaksi orang tua
Dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1)Tingkat keseriusan penyakit anak
2)Pengalaman sebelumnya terhadap sakit dan dirawat di rumah sakit
3)Prosedur pengobatan
4)Sistem pendukung yang tersedia
5)Kekuatan ego individu
6)Kemampuan dalam penguasaan koping
7)Dukungan dari keluarga
8)Kebudayaan dan kepercayaan
9)Komunikasi dalam keluarga
b.Reaksi saudara sekandung (sibling)
Kesepian, ketakutan, khawatir, marah, cemburu, benci dan merasa bersalah
c.Penurunan peran anggota keluarga
Dampak dari perpisahan terhadap peran keluarga adalah kehilangan peran orang tua, saudara, anak, dan cucu. Perhatian orang tua hanya tertuju pada anak yang sakit, akibatnya saudara-saudaranya yang lain menganggap bahwa hal tersebut adalah tidak adil. Nursalam (2005: 18 – 21).

1 komentar:

Sherlock Holmes mengatakan...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Kedokteran di UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA Yogyakarta
:)