Sabtu, 28 Januari 2012

BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)

1.PENGERTIAN
Sejak tahun 1961 WHO telah mengganti istilah premature baby dengan low birth baby (bayi dengan berat badan lahir rendah = BBLR). Hal ini dilakukan karena tidak semua bayi dengan berat kurang dari 2.500 gram pada waktu lahir bayi prematur. Dengan demikian bayi berat lahir kurang dari 2.500 gram dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu: a. prematuritas murni bayi lahir dengan masa gestasi < 37 minggu dengan berat badan sesuai dengan masa gestasi, b. bayi kecil untuk masa kehamilan (KMK), bayi yang berat badannya kurang dari semestinya yaitu berat badan lahir di bawah presentil ke-10 dari grafik pertumbuhan (Wiknjosastro, 2002). Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2.500 gram dengan mengabaikan penyebabnya dan tanpa memperhatikan umur kehamilan (Klaus, 1998). Dalam kebidanan dikenal dua macam yaitu BBLR prematur dimana masa gestasi < 37 minggu dan BBLR dismatur dimana masa gestasi > 37 minggu.

Menurut Saifuddin (2002), Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi baru lahir yang berat badanya saat lahir kurang dari 2500 gram (sampai dengan 2499 gram). Berkaitan dengan penanganan dan harapan hidupnya, bayi berat lahir rendah dibedakan dalam :
a.Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu berat lahir 1500¬-2500 gram
b.Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) yaitu berat lahir kurang dari 1500 gram
c.Berat Badan Lahir Ekstrim Rendah (BBLER) yaitu berat lahir kurang dari 1000 gram
d.Bayi kurang bulan, kurang dari 37 minggu (259 hari) atau preterm
e.Bayi cukup bulan 37-42 minggu (259-293 hari) atau aterm
f.Bayi lebih bulan, lebih dari 42 minggu (294 hari) atau postterm
BBLR mungkin prematur (kurang bulan), mungkin juga cukup bulan (dismatur).
Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang pada waktu lahir berat badannya kurang dari 2500 gram, yang dibedakan menjadi 2 yaitu premature (masa gestasi kurang dari 37 minggu) dan dismature (masa gestasi lebih dari 37 minggu)
2.KLASIFIKASI
Terdapat dua bentuk penyebab kelahiran bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yaitu:
a.Prematur: Kelahiran bayi yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu dengan berat badan yang sesuai dengan umur kehamilan (Mochtar, 1998).
b.Disrmatur: Kelahiran dismatur adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 10 presentil untuk berat sebenarnya dengan umur kehamilanya (Manuaba, 1998).
Bayi dengan berat badan lahir rendah yang dapat bertahan hidup sampai kanak-kanak pada umumnya mempunyai daya tahan tumbuh lebih rendah daripada bayi yang lahir dengan berat badan normal. Mereka akan mengalami hambatan pada pertumbuhan fisik organ-organ seperti otak, gangguan fungsi psikomotor, anak-anak terlambat (Niluh, 2006).
3.ETIOLOGI
a.Etiologi kelahiran premature
1)Faktor Ibu: Kelahiran prematur yang disebabkan faktor ibu meliputi :
a)Toksemia gravidarum yaitu pre-ekalmsi dan eklamsi.
b)Ibu yang menderita penyakit menahun, antara lain: hipertensi, jantung, gangguan pembuluh darah.
c)Usia ibu pada waktu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun.
d)Jarak hamil dan berasalin terlalu dekat.
e)Faktor pekerja yang terlalu berat. (Surasmi dkk, 2003)
2)Faktor Janin: Kelahiran prematur yang disebabkan faktor janin meliputi kehamilan ganda, hidramnion, ketuban pecah dini, cacat bawaan, infeksi (misal rubella, sifilis, toksoplasmosis), insufisiensi plasenta, inkomtabilitas darah ibu dan janin (Surasmi dkk, 2003).
3)Faktor Plasenta: Kelahiran prematur yang disebabkan oleh faktor plasenta meliputi: plasenta previa, dan solutio plasenta (Surasmi dkk, 2003).
b.Etiologi kelahiran dismatur
1)Faktor Ibu: Faktor ibu yang menyebabkan kelahiran dismatur meliputi :
a)Malnutrisi
b)Penyakit-penyakit ibu: hipertensi, penyakit paru-paru, penyakit gula.
c)Komplikasi hamil pre ekalmsi, eklamsi, perdarahan antepartum.
d)Kebiasaan ibu: perokok, peminum. (Manuaba, 1998)
2)Faktor Uterus dan Plasenta: Kelahiran dismatur yang disebabkan oleh faktor uterus dan plasenta meliputi gangguan pembuluh darah, gangguan insersi tali pusat, kelainan bentuk plasenta, perkapuran plasenta (Manuaba, 1998).
3)Faktor Janin: Kelahiran dismatur yang disebabkan oleh faktor janin meliputi: kelainan kromosom, hamil ganda, infeksi dalam, rahim, cacat bawaan (Manuaba, 1998). Sering penyebab tidak diketahui ataupun kalau diketahui faktor penyebabnya tidaklah berdiri sendiri, antara lain :
a)Faktor genetik
b)Infeksi
c)Bahan toksik
d)Insufisiensi atau disfungsi plasenta
e)Faktor nutrisi
4.FAKTOR RESIKO
Menurut Berhman cit Anna Wijayanti (2000), berbagai factor resiko pada ibu hamil yang berhubungan dengan kejadian BBLR antara lain:
a.Resiko demografi. Usia ibu hamil < 17 tahun atau > 35 tahun, ras, status sosial ekonomi rendah
b.Resiko medis sebelum hamil, paritas >4, berat badan dan tinggi badan iu yang rendah, cacat bawaan, infeksi saluran kencing, DM, Hipertensi kronis, rubella, riwayat obstetric jelek (BBLR, abortus spontan, kelainan genetik)
c.Resiko medis saat hamil, penambahan berat badan selama hamil, interval ehamilan yang pendek, hipotensi, hipertensi, preeklamsia, eklamsia, bakteriurea, infeksi TORCH, perdarahan trimester I, kelainan plasenta, hiperemesisi gravidarum, oligo hidramnion, anemia abnormal, ketuban pecah dini
d.Resiko perilaku lingkungan: Merokok, gizi kurang, alkohol, obat-obatan keras, terpapar bahan kimia toksik dan tempat tinggal di ketinggian.
e.Faktor resiko lainnya. Pemeriksaan kehamilan in adekuat stress atau gangguan psikososial, uterus mudah berubah bentuk, kontraksi uterus tiba-tiba, defisiensi hormone progesterone
5.MASALAH-MASALAH BBLR
a.Asfiksia
b.Gangguan nafas
c.Hipotermi
d.Hipoglikemi
e.Masalah pemberian ASI
f.Infeksi
g.Ikterus
h.Masalah perdarahan
6.PENCEGAHAN
a.Meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala minimal 4 kali selama kurun kehamilan dan dimulai sejak umur kehamilan muda. Ibu hamil yang diduga berisiko, terutama faktor risiko yang mengarah melahirkan bayi BBLR harus cepat dilaporkan, dipantau dan dirujuk pada institusi pelayanan kesehatan yang lebih mampu
b.Meningkatkan gizi masyarakat sehingga dapat mencegah terjadinya persalinan dengan BBLR
c.Tingkatkan penerimaan gerakan keluarga berencana
d.Anjurkan lebih banyak istirahat bila kehamilan mendekati aterm atau istirahat baring jika terjadi keadaan yang menyimpang dari normal
e.Tingkatkan kerjasama dengan dukun bayi yang masih mendapat kepercayaan masyarakat
f.Penyuluhan kesehatan tentang pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, tanda tanda bahaya selama kehamilan dan perawatan diri selama kehamilan agar mereka dapat menjaga kesehatannya dan janin yang dikandung dengan baik
g.Hendaknya ibu dapat merencanakan persalinannya pada kurun umur reproduksi sehat (20-34 tahun)
h.Perlu dukungan sektor lain yang terkait untuk turut berperan dalam meningkatkan pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga agar mereka dapat meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan status gizi ibu selama hamil
7.PENATALAKSANAAN
Perawatan bayi dengan BBLR di rumah:
a.Jaga agar tubuh bayi tetap hangat. BBLR mudah dan cepat mengalami hipotermi, oleh sebab itu suhu tubuhnya harus dipertahankan dengan ketat. Kehilangan panas disebabkan oleh permukaan tubuh bayi yang relative lebih luas dibandingkan dengan berat badan, kurangnya jaringan lemak di bawah kulit dan kekurangan lemak coklat (brown fat). Dengan demikian diharapkan beratnya segera normal, dan lebih kuat menghadapi kondisi di luar rahim. Caranya:
1).Letakkan botol berisi air hangat di dekat bayi, sementara bayi dibungkus dengan kain bersih yang lembut dan kepalanya ditutup topi agar tetap hangat.
2).Periksa popoknya secara rutin, dan segera ganti jika basah, agar tidak kedinginan. Pemeriksaan popok harus sering dilakukan, karena bayi dengan berat lahir rendah jarang menangis sekalipun popoknya basah, sementara pakaian luarnya mungkin masih tampak kering.
3).Perawatan dengan metode kanguru (PMK)/ kangaroo care/ perawatan bayi lekat (ibu memeluk bayi setiap saat dengan kulit bayi terkena kulit ibu, lalu tubuh keduanya diselimuti dengan pakaian tebal dan lembut), merupakan salah satu cara yang sederhana dan terbukti efektif untuk memenuhi sebagian besar kebutuhan dasar bayi, antara lain kehangatan, ASI, perlindungan infeksi, dan stimulasi. Cara ini dilakukan agar panas tubuh ibu mengalir ke tubuh bayi. Penelitian membuktikan, cara ini efektif bukan saja untuk meningkatkan berat badan bayi, tetapi juga membantu tumbuh kembang bayi. Mengapa? Selain menghangatkan tubuh bayi, kegiatan ini memberikan sentuhan kasih sayang yang sangat membantu memulihkan kondisi bayi.
b.Berikan ASI segera setelah bayi lahir: Umumnya BBLR refleks menghisap, menelan dan batuk belum sempurna, sehingga pemberian nutrisi harus dilakukan dengan cermat, kapasitas lambung masih kecil, daya enzim pencernaan terutama lipase masih kurang, disamping itu kebutuhan protein 3-5 gram/hari dan tinggi kalori (110 kal/hari), agar berat badan bertambah sebaik-baiknya. Jumlah ini lebih tinggi dari yang diperlukan bayi cukup bulan. Pemberian minum 3 jam agar bayi tidak menderita hipoglikemi dan hiperbilirubinemia. Maka ASI diberikan sedikit-sedikit, tapi sesering mungkin, sesuai dengan kemampuan bayi. Jika bayi belum bisa mengisap, ASI dapat diperah dan diberikan sedikit sedikit dengan pipet atau sendok kecil. Sedangkan pada bayi small for date sebaliknya, kelihatan seperti orang kelaparan, rakus minum dan makan. Yang harus diperhatikan adalah terhadap kemungkinan terjadinya pneumonia aspirasi.
c.Mencegah infeksi dengan ketat: BBLR sangat rentan akan infeksi, ini disebabkan oleh karena daya tahan tubuh terhadap infeksi berkurang, relative belum sanggup membenuk antibody dan daya fagositosis serta reaksi terhadap peradangan belum baik. Oleh karena itu, perhatikan prinsip-prinsip pencegahan infeksi termasuk mencuci tangan sebelum memegang bayi, membersihkan bekas luka tali pusat bayi dengan teliti dan teratur, agar tetap steril, menjauhkan bayi dari orang sakit, karena bayi mudah tertular penyakit. Kalaupun bundanya pilek, pakailah kain penutup hidung ketika menyusui, agar kesehatan bayi tetap terjaga.

Tidak ada komentar: