Sabtu, 04 Februari 2012

KELAINAN PADA PAYUDARA

1.Pembendungan Air Susu
Adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferi atau oleh kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada puting susu. Keluhan Ibu adalah payudara bengkak, keras, panas dan nyeri. Penanganan sebaiknya dimulai selama hamil dengan perawatan payudara untuk mencegak terjadinya kelainan-kelainan. Bila terjadi juga, maka berikan terapi simptomatis untuk sakitnya (analgetik), kosongkan payudara (bukan ditekan) dengan BH, sebelum menyusukan pengurutan dulu atau di pompa, sehingga sumbatan hilang. Kalau perlu berikan stil bestrol atau iynoral tablet 3x1 sehari selama 2-3 hari untuk membendung sementara produksi air susu.
Atau dengan cara lain yaitu:
Bila ibu menyusui bayinya:
Susukan sesering mungkin
Kedua payudara disusukan
Kompres hangat payudara untuk permulaan menyusui
Bantu dengan memijat payudara untuk permulaan menyusui
Sangga payudara
Kompres dingin pada payudara diantara waktu menyusui
Bila diperlukan berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4 jam
Lakukan evaluasi setelah 3 hari untuk mengevaluasi hasilnya

Bila Ibu tidak menyusui
Sangga payudara
Kompres dingin pada payudara untuk menguranggi pembengkakan dan rasa sakit
Bila diperlukan berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4 jam
Jangan dipijat atau memakai kompres hangat pada payudara
2.Abses Payudara
Terdapat masa padat, mengeras dibawah kulit yang kemerahan:
Diperlukan anastesi umum (ketamin)
Insisi radial dari tengah dekat pinggir areola, kepinggir supaya tidak memotong saluran ASI
Pecahkan kantong pus dengan tissue forceps atau jari tangan
Pasang tampon dan drain
Tampon dan drain diangkat setelah 24 jam
Berikan kloksasilin 500 mg setiap 6 jam selama 10 hari
Sangga payudara
Kompres dingin
Berikan parasetamol 500 mg per oral setiap 4 jam sekali bila diperlukan
Ibu didorong tetap memberikan ASI walaupun ada pus
Lakukan follow up setelah pemberian pengobatan selama 3 hari
3.Mastitis
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan utama untuk bayi hingga usia empat bulan, bahkan jika masih memungkinkan dapat diteruskan pemberiannya. Agar dapat menyusui dengan baik dan lancar, sebagai ibu harus menjaga kesehatan diri termasuk di antaranya kebersihan payudara.
Kadang-kadang, pada minggu pertama setelah melahirkan, payudara ibu akan terasa bengkak. Karena adanya sumbatan pada saluran ASI. Bila hal tersebut dibiarkan, lama-lama akan terjadi infeksi dan menyebabkan peradangan pada payudara, yang disebut mastitis. Yakni peradangan yang terjadi pada payudara. Bisa terjadi pada satu atau kedua payudara sekaligus.
Peradangan payudara adalah suatu hal yang sangat biasa pada wanita yang pernah hamil, malahan dengan wanita yang tidak hamil pun kadang-kadang kita temukan dengan mastitis.
Mastitis lazim dibagi dalam mastitis gravidarum dan mastitis puerperalis, karena memang penyakit ini boleh dikatakan hampir selalu timbul pada waktu hamil atau laktasi. Pada umumnya dianggap porte d’entee dari kuman penyebab ialah puting susu yang luka atau lecet, dan kuman perkontinuitatum menjalar keduktulus-duktulus dan sinus. Sebagian besar yang ditemukan pada pembiakan pus ialah stafilokkokus aureus.
Penyebabnya pasti dari mastitis belum diketahui, namun, biasanya dari bakteri jenis staphylococcus aureus. Umumnya, terjadi pada minggu ke 2-7 setelah persalinan atau lebih awal atau malah lebih lama dari itu. Meskipun demikian, mastitis dapat juga terjadi pada wanita yang tidak menyusui ataupun hamil. Bakteri biasanya masuk melalui puting susu yang pecah-pecah atau terluka.
Gejalanya
Gejala mastitis hampir sama dengan payudara yang membengkak karena sumbatan saluran ASI. Pada mastitis, payudara terasa nyeri, teraba keras, dan tampak memerah. Permukaan kulit dari payudara yang terkena infeksi juga tampak seperti pecah-pecah, dan badan terasa demam seperti hendak flu. Bila karena sumbatan tanpa infeksi, biasanya di badan tidak terasa nyeri dan tidak demam. Pada payudara juga tidak teraba bagian yang keras dan nyeri, serta merah. Namun terkadang kedua hal tersebut sulit untuk dibedakan. Gampangnya, bila terjadinya sumbatan pada saluran ASI, namun tidak terasa nyeri pada payudara, dan permukaan kulit tidak pecah-pecah maka hal itu bukan mastitis. Bila terasa sakit pada payudara namun tidak disertai adanya bagian payudara yang mengeras, maka hal tersebut juga bukan mastitis
Faktor Predisposisi
Mengapa tidak semua wanita dapat terkena mastitis? Memang, banyak faktor yang menyebabkan seseorang menderita masalah itu. Di antaranya adalah daya tahan tubuh seorang wanita, apalagi setelah melahirkan, biasanya masih terasa lelah. Hal itu akan memyebabkan daya tahan seseorang menurun sehingga menjadi mudah sakit. Selain itu, bila ibu tidak teratur untuk memyusui pada bayinya, sehingga payudara menjadi penuh, maka dapat mempermudah terjadinya mastitis. Jika seseorang sudah pernah menderita itu, maka tidak menutup kemungkinan akan lebih mudah terkena lagi.
Pencegahan
Sebenarnya untuk mencegah terjadinya mastitis sama halnya dengan melakukan pengcegahan terhadap penyakit lain. Para ibu diharapkan untuk istirahat yang cukup. Secara teratur menyusui bayinya, setiap dua atau tiga jam sekali sesuai ritme perut bayi, akan dapat mencegah payudara bengkak dari infeksi. Usahakan jangan pernah menunda atau melewatkan waktu menyusui. Gunakan BH yang sesuai dengan ukuran payudara Anda. Selalu menjaga kebersihan payudara dengan cara membersihkan dengan kapas dan air hangat.
Pongobatan
Karena sebagian besar mastitis disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang tepat dengan pemberian antibiotika. Mintalah pada dokter antibiotika yang baik dan aman untuk ibu sedang menyusui. Selain itu, bila badan terasa panas, ibu dapat meminum obat turun panas. Kemudian. untuk bagian payudara yang terasa keras dan nyeri, dapat dikompres dengan menggunakan air dingin untuk mengurangi rasa nyeri. Bila tidak tahan nyeri, dapat meminum obat penghilang rasa sakit.
Istirahat yang cukup amat diperlukan untuk mengembalikan kondisi tubuh menjadi sehat kembali, disamping itu makan dan minum yang bergizi, minum banyak air putih juga akan membantu menurunkan demam. Biasanya rasa demam dan nyeri itu akan hilang dalam dua atau tiga hari dan Anda akan mampu beraktivitas seperti semula.
Galaktokel
Galaktokel terdapat jarang sekali sebagai akibat sumbatan saluran oleh air susu yang membeku. Air susu terkumpul pada suatu bagian mamma dan menyebabkan tumor kistik. Seringkali dengan tekanan ketat pada mamma tumor dapat dihilangkan.
Kelainan Puting Susu
Puting susu bundar dan menonjol
Puting susu terbenam dan cekung sehingga menyulitkan bayi untuk menyusu. Bila tidak dapat diperbaiki terpaksa air susu dipijat atau dipompa.
Luka puting susu, segera diobati dengan salep dan sementara menunggu sembuh, air susu dipompa.
Jumlah Air Susu
Tidak ada air susu (agalaksia)
Air susu sedikit keluar (oligogalaksia)
Air susu keluar melimpah ruah (poligalaksia)
Air susu tetap keluar terus menerus dan dalam waktu lama walaupun sudah menyapih (Galaktoria)
Pada sindroma Chiari-fromme dijumoai trias yang terdiri dari galaktorea, amenorea,dan atrofi rahim.
Penghentian Laktasi
Air Susu Ibu (ASI) adalah yang terbaik untuk anak ibu dan air susu lembu (sapi) hanya untuk anak lembu adalah motto yang dipakai untuk menggalakkan air susu ibu diseluruh dunia dan di indonesia. Walaupun demikian kadang kala perlu penghentian laktasi karena sesuatu sebab, misalnya bayi lahir mati atau bayi meninggal, atau karena sesuatu sebab tidak dapat menyusui bayinya karena sakit, pekerjaan dan sebaiknya.
Cara penghentikan laktasi
Secara alamiah kebanyakan dilakukan oleh para ibu, yaitu dengan mengikat dada. Hal ini akan menimbulkan rasa nyeri (50%) dan bengkak serta keras (15%)
Pemberian obat-obatan
a.Dietil stilbestrol per oral 3x30 mg selama 1 minggu atau tablet lynoral 3x1 tablet sehari selama 1 minggu.
b.Tablet parloder per oral
c.Injeksi intramuskular ablakton
d.Suntikan estradiol valerat 10 mg intramuskular
Pada pemberian estrogen harus hati-hati karena dianggap sebagai predisposisi untuk terjadinya tromboembolisme. Kadang-kadang setelah pemberian estrogen dihentikan dapat terjadi perdarahan rahim (withdrawal bleeding). Hal ini tidak perlu dikhawatrkan

Tidak ada komentar: